Hasil Tabulasi Sementara PKS: Zul-Marissa Masih Unggul

Establishing A Bridge of Reason & Understanding
Jumat, 10 September 2010
Pilkada » 27 November 2006 » Hit: 647
Hasil Tabulasi Sementara PKS: Zul-Marissa Masih Unggul
Jakarta-RoL--Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Propinsi Banten Irfan Maulidi menegaskan, dari hasil tabulasi sementara penghitungan Pilkada Banten yang dilakukan PKS, pasangan yang diunggulkan partainya, Zulkieflimansyah-Marissa Haque, masih Unggul dengan perolehan sementara 41,3%.

Siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Ahad malam, menyebutkan bahwa hasil tabulasi sekaligus membantah perolehan Quick Count yang diumumkan oleh LSI (Lingkaran Survei Indonesia) sebelumnya.

Berdasarkan penghitungan suara yang dilakukan oleh saksi dari PKS, pasangan Zulkieflimansyah-Marissa Haque unggul sementara meninggalkan pasangan lainnya.

Pada perhitungan hingga pukul 23.00 WIB, Zul-Marissa memimpin dengan perolehan suara 40,9 persen dari 425.727 suara yang masuk dari total 6 juta suara yang diperebutkan.

Sedangkan pasangan yang diusung Golkar Ratu Atut Chosiyah-Masduki berada di tempat kedua dengan perolehan persentase suara 34,5 persen. Tryana Sjam`oen-Benjamin Davnie (PAN-PPP) bercokol di tempat ketiga dengan 21,2 persen suara. Sedangkan jagoan dari Partai Demokrat-PKB, Irsjad Djuwaeli-Mas Ahmad Daniri di posisi keempat dengan 3,37 persen suara.

Siaran pers itu juga menyebutkan bahwa proses tabulasi yang dilakukan oleh para saksi PKS terus mengalami peningkatan pemasukan data. Proses penghitungan tabulasi oleh PKS diklaim tidak bermasalah dari sisi akurasi karena karena terhindar dari kemungkinan bias dalam pengambilan sampel dengan metode Quick Count yang dilakukan dalam Pilkada Banten.

Secara terpisah Ketua Badan Pemenangan Pemilu PKS Muhammad Razikun menyatakan, seharusnya Quick Count yang diumumkan sebelumnya oleh LSI bisa dilihat secara lebih kritis oleh semua pihak.

"Secara statistik, metode Quick Count bisa saja mendekati hasil riil. Namun secara etika, kita sulit menerima hasil yang obyektif bisa yang berbalut jargon ilmiah dikeluarkan oleh lembaga yang juga berperan sebagai tim sukses dari salah satu calon," katanya.

Razikun menganggap apa yang diumumkan oleh lembaga semacam LSI berkait Pilkada Banten harusnya diperlakukan juga sebagai strategi pemenangan dari salah satu calon yang bisa saja menjadi bias.

Menurut Razikun, dalam proses Pilkada yang terjadi di Indonesia, perangkat ilmiah termasuk jargon statisik termasuk metoda quick count memang telah dijadikan alat oleh pihak-pihak yang bertarung dalam Pilkada.

Razikun juga mengingatkan proses perhitungan yang juga berlangsung di KPUD agar berlangsung secara fair dan transparan.

"Dari beberapa pengalaman pilkada yang kami jalani, kadang ada usaha sistematis yang membuat tampilan data perolehan suara Pilkada didahulukan di daerah yang dimenangkan oleh salah satu calon. Sampai saat ini kami memang belum menemukan indikasi itu, tapi saya percaya masyarakat dan terutama teman-teman pers sudah paham betul permainan-permainan seperti ini." katanya. antara/pur

www.republika.co.id
Minggu, 26 Nopember 2006