News » 18 April 2007 » Hit: 695
Indonesia, Solusi Gerakan Islam Dunia
Selepas bersilaturahmi dengan para kader di DPC Jati Uwung, Ahad, 15 April 2007, DR. Zulkieflimansyah, SE, MSc., atau Bang Zul, kembali menyapa para kader partai dakwah di Wilda I. Bertempat di SD Islam Terpadu Citra Raya, Tangerang, para kader dengan antusias menyambut kedatangan beliau. Bahkan mereka rela menunggu 2 jam karena memahami begitu padat jadwal beliau dan begitu banyak kader serta simpatisan yang ingin bertemu dan berdialog dihari yang sama.
"Bersilahturahmi ke Wilda I semangatnya lain, 'semangat tempur'nya ekslusif dan recovery-nya luar biasa, mengingat jaraknya yang cukup jauh", sapa Bang Zul memulai sambutanya. Pada kesempatan ini, beliau menjawab kekhawatiran kader di daerah, dimana PKS sepi pemberitaan media. "Sekali-kali kader-kader di Wilda I perlu training tentang jurnalistik supaya bisa memahami kaidah jurnalistik. Kalau ada orang digigit anjing itu biasa dan tidak akan menjadi pemberitaan, tapi kalau ada orang yang mengigit anjing itu yang luar biasa dan akan menjadi berita besar. Itulah analogi kondisi PKS sekarang yang sepi pemberitaan. PKS anti korupsi, paling respon kalau ada bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Hal ini bagi media bukan suatu berita luar biasa karena keseharian PKS aktivitasnya seperti itu. Tapi kalau ada bencana alam dimana kader PKS tidak ambil bagian pasti akan disorot oleh media, atau ada kalau kader PKS yang korupsi pasti akan jadi headline di media cetak maupun elektronik", demikian penerangan yang diberikan Bang Zul, yang disambut gelak tawa hadirin. Tepat, tegas dan mudah diterima, begitu selalu beliau menjawab (sekaligus melayani) pertanyaan para kader, konstituen, partisipan atau siapapun.
"Wartawan kehilangan sumber berita PKS, karena PKS masuk dalam koalisi dengan pemerintah. Kita dahulu senang mengkritik tanpa solusi, namun kini kita membiasakan diri memberi solusi dari suatu persoalan kebangsaan, dan kita sedang berupaya untuk merubah kesan masyarakat terhadap PKS, karena suara mayoritas dimasyarakat mengatakan bahwa PKS masih merupakan partai yang menakutkan,memiliki agenda tersembunyi dan komentar miring lainnya. Masyarakat fobia kalau PKS berkuasa. Oleh karena itu, kita sedang berproses memoles diri sebagai suatu partai yang tidak kehilangan integritasnya dan tidak tercabut dari akar, ide serta visi dan misi mulianya" lanjut Bang Zul kemudian.
"Inilah tugas kita bersama untuk mendidik kader pada fase berikutnya. Jangan punya bayangan bahwa yang berasakan Islam punya solusi untuk persoalan kebangsan ini, karena ekseptasinya begitu besar dimasyarakat dan masyarakat akan kecewa bila kita gagal mendistribusikan harapannya tersebut. Indonesia harus jadi solusi untuk gerakan Islam diseluruh dunia" tegas DR. Zulkieflimansyah, SE, MSc., dengan penuh semangat. (boim)
Indonesia, Solution Word's Islamic Movements
After visiting party members in DPC Jati Uwung, on Monday, April 15 2007, DR. Zulkieflimansyah, SE, Msc., or Bang Zul, also visited party members in Wilda I. Located at SDIT Citra Raya, Tangerang, the party members enthusiastically welcomed his coming. They were even willing to wait for two hours, knowing his tight schedule and so many party members or sympathizer who wanted to see him on the same day.
"Once in a while the party members in Wilda I should have journalistic training so they can comprehend the journalistic basis. If someone is bit by a dog, it is a common thing and would not be publicized. But if there is someone biting a dog, it is extraordinary and might become a big news. That is how the PKS's condition analogy today which has so far no publication. PKS is anti-corruption, and more responsive toward natural disasters just like flood and land slide. Those things have not been big issues for the media because those are the daily activities of PKS. But if natural disaster occurs and there is no PKS party member gets involved, that will become the object of media. Or, if there is PKS party member doing corruption practice, it must become the headlines of print and online media," explained Bang Zul, followed by the audiences’ laughter. Straight, assertive, and easily accepted. That is how the way he answers (and serves at once) the questions of the party members, the constitutional assembly, participants, or anyone.
"The journalists loose the PKS news resources since the party associates in coalition with the government. We used to criticize people without solutions, and we are striving to change the community's impression toward PKS, because the majority voice in the community says that PKS remains the terrifying party, and has hidden agenda, and other bad comments. People will get phobia if PKS rules. Therefore, We are having the process in improving our selves, as a party which does not loose its integrity and not being withdrawn from the roots ideas and its noble vision and mission " said Bang Zul then.
"This is our job to educate party members of the next phase together. Do not think that something which has Islam basic has the solution for the national issues, because the expectation is very huge in the community and they will be disappointed if we fail in distributing their hopes. Indonesia should be a solution for the world's Islamic movements" asserted DR. Zulkieflimansyah, SE, MSc., with full of spirit. (boim)
"Bersilahturahmi ke Wilda I semangatnya lain, 'semangat tempur'nya ekslusif dan recovery-nya luar biasa, mengingat jaraknya yang cukup jauh", sapa Bang Zul memulai sambutanya. Pada kesempatan ini, beliau menjawab kekhawatiran kader di daerah, dimana PKS sepi pemberitaan media. "Sekali-kali kader-kader di Wilda I perlu training tentang jurnalistik supaya bisa memahami kaidah jurnalistik. Kalau ada orang digigit anjing itu biasa dan tidak akan menjadi pemberitaan, tapi kalau ada orang yang mengigit anjing itu yang luar biasa dan akan menjadi berita besar. Itulah analogi kondisi PKS sekarang yang sepi pemberitaan. PKS anti korupsi, paling respon kalau ada bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Hal ini bagi media bukan suatu berita luar biasa karena keseharian PKS aktivitasnya seperti itu. Tapi kalau ada bencana alam dimana kader PKS tidak ambil bagian pasti akan disorot oleh media, atau ada kalau kader PKS yang korupsi pasti akan jadi headline di media cetak maupun elektronik", demikian penerangan yang diberikan Bang Zul, yang disambut gelak tawa hadirin. Tepat, tegas dan mudah diterima, begitu selalu beliau menjawab (sekaligus melayani) pertanyaan para kader, konstituen, partisipan atau siapapun.
"Wartawan kehilangan sumber berita PKS, karena PKS masuk dalam koalisi dengan pemerintah. Kita dahulu senang mengkritik tanpa solusi, namun kini kita membiasakan diri memberi solusi dari suatu persoalan kebangsaan, dan kita sedang berupaya untuk merubah kesan masyarakat terhadap PKS, karena suara mayoritas dimasyarakat mengatakan bahwa PKS masih merupakan partai yang menakutkan,memiliki agenda tersembunyi dan komentar miring lainnya. Masyarakat fobia kalau PKS berkuasa. Oleh karena itu, kita sedang berproses memoles diri sebagai suatu partai yang tidak kehilangan integritasnya dan tidak tercabut dari akar, ide serta visi dan misi mulianya" lanjut Bang Zul kemudian.
"Inilah tugas kita bersama untuk mendidik kader pada fase berikutnya. Jangan punya bayangan bahwa yang berasakan Islam punya solusi untuk persoalan kebangsan ini, karena ekseptasinya begitu besar dimasyarakat dan masyarakat akan kecewa bila kita gagal mendistribusikan harapannya tersebut. Indonesia harus jadi solusi untuk gerakan Islam diseluruh dunia" tegas DR. Zulkieflimansyah, SE, MSc., dengan penuh semangat. (boim)
Indonesia, Solution Word's Islamic Movements
After visiting party members in DPC Jati Uwung, on Monday, April 15 2007, DR. Zulkieflimansyah, SE, Msc., or Bang Zul, also visited party members in Wilda I. Located at SDIT Citra Raya, Tangerang, the party members enthusiastically welcomed his coming. They were even willing to wait for two hours, knowing his tight schedule and so many party members or sympathizer who wanted to see him on the same day.
"Once in a while the party members in Wilda I should have journalistic training so they can comprehend the journalistic basis. If someone is bit by a dog, it is a common thing and would not be publicized. But if there is someone biting a dog, it is extraordinary and might become a big news. That is how the PKS's condition analogy today which has so far no publication. PKS is anti-corruption, and more responsive toward natural disasters just like flood and land slide. Those things have not been big issues for the media because those are the daily activities of PKS. But if natural disaster occurs and there is no PKS party member gets involved, that will become the object of media. Or, if there is PKS party member doing corruption practice, it must become the headlines of print and online media," explained Bang Zul, followed by the audiences’ laughter. Straight, assertive, and easily accepted. That is how the way he answers (and serves at once) the questions of the party members, the constitutional assembly, participants, or anyone.
"The journalists loose the PKS news resources since the party associates in coalition with the government. We used to criticize people without solutions, and we are striving to change the community's impression toward PKS, because the majority voice in the community says that PKS remains the terrifying party, and has hidden agenda, and other bad comments. People will get phobia if PKS rules. Therefore, We are having the process in improving our selves, as a party which does not loose its integrity and not being withdrawn from the roots ideas and its noble vision and mission " said Bang Zul then.
"This is our job to educate party members of the next phase together. Do not think that something which has Islam basic has the solution for the national issues, because the expectation is very huge in the community and they will be disappointed if we fail in distributing their hopes. Indonesia should be a solution for the world's Islamic movements" asserted DR. Zulkieflimansyah, SE, MSc., with full of spirit. (boim)