Jadi Gubernur Bukan Cari Kekayaan

Establishing A Bridge of Reason & Understanding
Kamis, 29 Juli 2010
Pilkada » 01 Desember 2006 » Hit: 398
Jadi Gubernur Bukan Cari Kekayaan
SERANG-Siapa pun yang terpilih menjadi gubernur/wakil gubernur terpilih periode 2007-2012 hendaknya jangan mencari kekayaan dan popularitas dari jabatan.

Sebaliknya, amanah itu harus diemban dengan penuh tanggung jawab untuk kesejahteraan rakyat.
Demikian ditegaskan calon gubernur yang diusung PKS dan PSI Zulkieflimansyah saat menggelar jumpa pers dengan puluhan wartawan media cetak dan elektronik di Kantor DPW PKS, Kamis (30/11). Jumpa pers ini adalah kali pertama dilakukan oleh calon gubernur sejak pencoblosan, Minggu (26/11) lalu. “Jabatan itu bukan tujuan melainkan hanya cara untuk melayani masyarakat,” tandasnya.

Menurut Zul, gubernur terpilih punya tanggung jawab besar untuk membangun Banten lebih sejahtera dengan berbagai kebijakan yang populis. “Banten ini adalah kawasan emas karena di masa mendatang akan lahir Pelabuhan Bojonegoro. Oleh karena itu siapa pun gubernur-nya harus mampu menyerap aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Zul mengingatkan kepada calon gubernur/wakil gubernur terpilih untuk dapat membaca fragmentasi masyarakat. Menurutnya, fragmentasi masyarakat pascapilkada merupakan realitas. “Gubenur/wakil gubernur terpilih kan tidak sepenuhnya dipilih oleh rakyat. Karena masih ada rakyat yang memilih pasangan lain yang juga jumlahnya signifikan. Oleh karena itu gubernur/wakil gubernur terpilih harus cerdas menangkap realitas ini,” ujarnya.

Zul berjanji akan menghargai dan menghormati siapa pun yang menjadi gubernur/wakil gubernur terpilih. Kapasitasnya sebagai anggota DPR, akan dimanfaatkan Zul untuk membantu program pembangunan di Banten. Meski demikian, Zul tidak asal menghormati gubernur terpilih. Kata dia, akan menghormati gubernur terpilih bila sudah melalui proses yang benar.

Terkait dengan pelaksanaan Pilkada, Zul menegaskan, sudah berjalan dengan baik karena prosesnya tidak berdarah-darah. Suasana kondusif itu harus dijaga terus sehingga masyarakat tidak menjadi korban akibat diprovokasi. “Sementara mengenai berbagai dugaan kecurangan akan kita inventarisasi. Kita juga masih mengkajinya, bila ada hal-hal yang mengejutkan kita akan tindaklanjuti dugaan kecurangan itu dengan cara-cara yang legal. Ini adalah pembelajaran politik agar demokrasi tidak ternoda,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini Zul juga mengklarifikasi berita di media yang menyebutkan dirinya sudah mengucapkan selamat kemenangan kepada Atut. “Kami sudah saling kenal sebelum menjadi calon gubernur. Sebagai calon yang menjaga silaturahmi tidak ada yang aneh bila saya menelepon Atut. Begitu pun Atut menelepon saya. Ya hanya sekadar say hello. Selain dengan Atut, saya juga melakukan hal serupa dengan calon yang lain. Namun hanya sebatas komunikasi saja,” ujarnya. (alt)

www.radarbanten.com
Jumat, 01-Desember-2006