Islamic Update » 05 Desember 2009 » Hit: 142
Kurban Membangun Solidaritas Sosial
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Lailaha Illallahu Wallahu Akbar
Allahu Akbar Walillahilham
Takbir berkumandang di seantero dunia sebagai puji-puji atas kebesaran Allah Swt. Gema takbir itu sekaligus mengiringi datangnya hari raya Idhul Adha 1430 Hijriah. Jutaan umat muslim dari daratan Afrika hingga pedalaman Asia, bermunajat menyebut kebesaran Allah, mengenang keikhlasan Nabi Ibrahim atas putrana, Nabi Ismail untuk disembelih yang kemudian diganti dengan domba.
Di Nigeria, takbir tak henti-hentinya terus berkumandang. Cucuran air mata jamaah shalat Id tak tertahankan membasahi wajah mereka tatkala khatib membacakan doa. Di Amerika Serikat, ratusan umat muslim mendatangi sekolah dan masjid untuk melaksanakan shalat Id berjamaah. Di Mekkah, hujan yang mengguyur arafah sehari sebelum pelaksanaan wukuf menjadi berkah tersendiri. Meski tenda-tenda dan karpet jamaah haji semua basah, namun di hari wukuf, jejak hujan membuat arafah lebih nyaman dan udara lebih sejuk.
Dalam Islam, Idul Adha bukan sekedar rutinitas ritual tahunan tanpa makna. Melainkan sebuah momen istimewa di mana umat Islam dituntut memiliki kepekaan sosial tinggi terhadap sesama yang kurang mampu. Berkurban merupakan jalan yang sangat dianjurkan Allah azza wajalla.
Idhul Adha yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, memberikan peluang sebesar-besarnya bagi kaum muslim berpunya untuk membantu sesamanya yang kurang beruntung, miskin, atau yang kena musibah seperti korban bencana alam. Kepekaan umat terhadap sesama, sangat diuji dalam konteks ini.
Pada hakekatnya, kurban merupakan persembahan terbaik kepada Allah sekaligus menjadi amal kebajikan dengan menerbitkan senyum bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Tak heran, Allah menjanjikan pahala berlipat serta hikmah kebaikan dari setiap bulu hewan kurban bagi setiap pribadi muslim yang melaksanakn kurban.
Kurban bukan semata prosesi penyembelihan hewan kurban berupa kambing, domba, atau sapi. Lebih dari itu, nilai-nilai kurban mewasiatkan sebuah anjuran bagi yang berutung mempunyai kelebihan harta untuk memberikan sebagian hartanya kepada kaum yang membutuhkan. Itulah sebenarnya ajaran Islam yang hakiki.
Jika dihayati secara seksama, Idhul adha ini hanya sebuah momentum yang mesti dilanjutkan pada hari-hari lainnya. Kerelaan sebagai umat manusia , bukan berhenti hanya pada saat kita merayakan hari akbar ini saja. Seorang muslim mesti merelakan sebagian hartanya untuk menjalankan apa yang telah diperintahkan sang Khalik, membantu sesama yang kurang mampu.
Sebagai manifestasi atas keislamannya yang mendalam, tahun ini Bang Zul menyalurkan sejumlah hewan kurban di Banten, khususnya di daerah pemilihannya di Serang dan Cilegon. Pemberian hewan kurban itu sebagai upaya nyata dari keinginannya untuk terus ikut serta dalam meringankan beban kalangan papa.
Untuk Serang dan Cilegon, Doktor berkacamata ini memberikan sedikitnya 4 sapi dan puluhan ekor kambing lainnya. Semua hewan kurban itu, kemudian didistribusikan oleh Dewan Pengurus Daerah PKS kepada masyarakat tak berpunya. Tak berhenti di situ, hewan kurban juga diberikan pada sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, dan ulama di Banten.
Dalam pesan singkatnya, Bang Zul berharap hewan kurban yang diberikannnya itu dapat memotivasi kaum berpunya lainnya untuk terus terlibat dalam membantu kalangan miskin. “Banten itu merupakan wilyah yang potensial maju. Butuh keterlibatan semua elemen untuk membangun kampung jawara ini, utamanya soal pengentasan kemiskinan,” tuturnya.
Meski begitu, Anggota DPR RI komis 7 ini juga berpesan, kita mestinya tidak boleh terpaku pada kerelaan dalam bentuk harta atau fisik lainnya. Peluang menjadi Insan kamil sangat terbuka seluas-luasnya bagi siapapun. Saatnya, segenap lapisan masyarakat menggalang solidaritas untuk turut serta dalam mengatasi krisis global ini.
Masih ada cahaya di ujung terowongan ini. Dalam situasi krisis dan tantangan yang kian menghimpit ini, setiap manusia justeru diingatkan agar terus bersemangat memecahkan persoalan yang terus menjepit. Di sinilah kepekaan dan solidaritas kita sangat diuji. Marilah jadikan Idhul Kurban ini sebagai momentum untuk turut serta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kontributor: Adi Prayitno
Lailaha Illallahu Wallahu Akbar
Allahu Akbar Walillahilham
Takbir berkumandang di seantero dunia sebagai puji-puji atas kebesaran Allah Swt. Gema takbir itu sekaligus mengiringi datangnya hari raya Idhul Adha 1430 Hijriah. Jutaan umat muslim dari daratan Afrika hingga pedalaman Asia, bermunajat menyebut kebesaran Allah, mengenang keikhlasan Nabi Ibrahim atas putrana, Nabi Ismail untuk disembelih yang kemudian diganti dengan domba.
Di Nigeria, takbir tak henti-hentinya terus berkumandang. Cucuran air mata jamaah shalat Id tak tertahankan membasahi wajah mereka tatkala khatib membacakan doa. Di Amerika Serikat, ratusan umat muslim mendatangi sekolah dan masjid untuk melaksanakan shalat Id berjamaah. Di Mekkah, hujan yang mengguyur arafah sehari sebelum pelaksanaan wukuf menjadi berkah tersendiri. Meski tenda-tenda dan karpet jamaah haji semua basah, namun di hari wukuf, jejak hujan membuat arafah lebih nyaman dan udara lebih sejuk.
Dalam Islam, Idul Adha bukan sekedar rutinitas ritual tahunan tanpa makna. Melainkan sebuah momen istimewa di mana umat Islam dituntut memiliki kepekaan sosial tinggi terhadap sesama yang kurang mampu. Berkurban merupakan jalan yang sangat dianjurkan Allah azza wajalla.
Idhul Adha yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, memberikan peluang sebesar-besarnya bagi kaum muslim berpunya untuk membantu sesamanya yang kurang beruntung, miskin, atau yang kena musibah seperti korban bencana alam. Kepekaan umat terhadap sesama, sangat diuji dalam konteks ini.
Pada hakekatnya, kurban merupakan persembahan terbaik kepada Allah sekaligus menjadi amal kebajikan dengan menerbitkan senyum bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Tak heran, Allah menjanjikan pahala berlipat serta hikmah kebaikan dari setiap bulu hewan kurban bagi setiap pribadi muslim yang melaksanakn kurban.
Kurban bukan semata prosesi penyembelihan hewan kurban berupa kambing, domba, atau sapi. Lebih dari itu, nilai-nilai kurban mewasiatkan sebuah anjuran bagi yang berutung mempunyai kelebihan harta untuk memberikan sebagian hartanya kepada kaum yang membutuhkan. Itulah sebenarnya ajaran Islam yang hakiki.
Jika dihayati secara seksama, Idhul adha ini hanya sebuah momentum yang mesti dilanjutkan pada hari-hari lainnya. Kerelaan sebagai umat manusia , bukan berhenti hanya pada saat kita merayakan hari akbar ini saja. Seorang muslim mesti merelakan sebagian hartanya untuk menjalankan apa yang telah diperintahkan sang Khalik, membantu sesama yang kurang mampu.
Sebagai manifestasi atas keislamannya yang mendalam, tahun ini Bang Zul menyalurkan sejumlah hewan kurban di Banten, khususnya di daerah pemilihannya di Serang dan Cilegon. Pemberian hewan kurban itu sebagai upaya nyata dari keinginannya untuk terus ikut serta dalam meringankan beban kalangan papa.
Untuk Serang dan Cilegon, Doktor berkacamata ini memberikan sedikitnya 4 sapi dan puluhan ekor kambing lainnya. Semua hewan kurban itu, kemudian didistribusikan oleh Dewan Pengurus Daerah PKS kepada masyarakat tak berpunya. Tak berhenti di situ, hewan kurban juga diberikan pada sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, dan ulama di Banten.
Dalam pesan singkatnya, Bang Zul berharap hewan kurban yang diberikannnya itu dapat memotivasi kaum berpunya lainnya untuk terus terlibat dalam membantu kalangan miskin. “Banten itu merupakan wilyah yang potensial maju. Butuh keterlibatan semua elemen untuk membangun kampung jawara ini, utamanya soal pengentasan kemiskinan,” tuturnya.
Meski begitu, Anggota DPR RI komis 7 ini juga berpesan, kita mestinya tidak boleh terpaku pada kerelaan dalam bentuk harta atau fisik lainnya. Peluang menjadi Insan kamil sangat terbuka seluas-luasnya bagi siapapun. Saatnya, segenap lapisan masyarakat menggalang solidaritas untuk turut serta dalam mengatasi krisis global ini.
Masih ada cahaya di ujung terowongan ini. Dalam situasi krisis dan tantangan yang kian menghimpit ini, setiap manusia justeru diingatkan agar terus bersemangat memecahkan persoalan yang terus menjepit. Di sinilah kepekaan dan solidaritas kita sangat diuji. Marilah jadikan Idhul Kurban ini sebagai momentum untuk turut serta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kontributor: Adi Prayitno