News » 31 Maret 2008 » Hit: 598
Masjid Merupakan Tempat Membangun Peradaban
Cipondoh, Tangerang – Anggota legislatif dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI daerah pemilihan Banten II Dr Zulkieflimansyah mengatakan, masjid bukan saja tempat melakukan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah, melainkan juga merupakan sarana yang ektif guna membangun peradaban dan kemajuan umat.
“Bagi umat Islam, selain tempat shalat masjid juga dijadikan tempat bertemunya ide, ruang bermusyawarah, wilayah merumuskan kegiatan-kegiatan untuk kemaslahatan dan membangun kemajuan umat,” kata Dr Zul saat memberikan tausiyah di depan puluhan kader dan simpatan PKS di Masjid Yayasan As-sholihin, Cipondoh Tangerang, Minggu (30/3).
Menurut ahli ekonomi ini, dunia sebelum mengenal lembaga pendidikan formal seperi SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/MA, mesjid merupakan satu-satunya tempat yang digunakan umat Islam untuk membina mental spritual, memberikan pendidikan yang mampu memberikan pencerahan kepada umat. Dari masjid itulah banyak umat Islam yang lahir sebagai tokoh terkemuka dengan idenya yang konstruktif dan inovatif.
Meski begitu, tidak jarang konflik maupun ketegangan juga berawal dari masjid. “Saat ini banyak konflik yang berangkat dari masjid. Sebagai contoh kecilnya, misalnya si fulan tidak mau datang ke salah satu masjid tertentu karena pengurusnya dikuasai oleh ‘kelompok’ masyarakat tertentu,” kata pria yang gemar olah raga ini.
Oleh karena itu, pria murah senyum ini berpesan jangan sampai kader PKS Cipondoh menjadikan masjid sebagai wilayah rebutan kepengurusan ataupun lainnya. Yang terpenting bagi kader PKS adalah berlomba-lomba dalam memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan yang dapat menunjang kemajuan umat Islam.
Terkait itu, reses ke-3 anggota DPR yang akan dimulai pada 11 April hingga 11 Mei 2008, akan dijadikan momentum oleh Dr Zul untuk mendidik masyarakat guna memberikan pemahaman akan pentingnya membangun jembatan pengertian dan mengurangi konflik. Jangan sampai perbedaan di kalangan umat dapat merusak ukhuwah islamiyah di antara sesama umat Islam.
Selain menyampaikan pentingnya masjid sebagai sarana membangun peradaban, Dr Zul juga menegaskan jika dirinya mempunyai waktu yang luang, ia akan sering-sering mengunjungi masyarakat Tangerang yang telah memberikannya amanah sebagai anggota DPR.
Di samping itu, Dr Zul menepis anggapan anggota DPR tidak akan turun kemasyarakat jika tak ada jadwal reses. Baginya, kapanpun jika ada waktu lowong, ia pasti akan menyempatkan diri berkunjung dan bersilaturahmi dengan masyarakat. Penegasan Dr Zul ini sekaligus ingin menghapus kesan bahwa anggota DPR datang ke masyarakat jika menjelang pemilihan saja.(adi)
“Bagi umat Islam, selain tempat shalat masjid juga dijadikan tempat bertemunya ide, ruang bermusyawarah, wilayah merumuskan kegiatan-kegiatan untuk kemaslahatan dan membangun kemajuan umat,” kata Dr Zul saat memberikan tausiyah di depan puluhan kader dan simpatan PKS di Masjid Yayasan As-sholihin, Cipondoh Tangerang, Minggu (30/3).
Menurut ahli ekonomi ini, dunia sebelum mengenal lembaga pendidikan formal seperi SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/MA, mesjid merupakan satu-satunya tempat yang digunakan umat Islam untuk membina mental spritual, memberikan pendidikan yang mampu memberikan pencerahan kepada umat. Dari masjid itulah banyak umat Islam yang lahir sebagai tokoh terkemuka dengan idenya yang konstruktif dan inovatif.
Meski begitu, tidak jarang konflik maupun ketegangan juga berawal dari masjid. “Saat ini banyak konflik yang berangkat dari masjid. Sebagai contoh kecilnya, misalnya si fulan tidak mau datang ke salah satu masjid tertentu karena pengurusnya dikuasai oleh ‘kelompok’ masyarakat tertentu,” kata pria yang gemar olah raga ini.
Oleh karena itu, pria murah senyum ini berpesan jangan sampai kader PKS Cipondoh menjadikan masjid sebagai wilayah rebutan kepengurusan ataupun lainnya. Yang terpenting bagi kader PKS adalah berlomba-lomba dalam memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan yang dapat menunjang kemajuan umat Islam.
Terkait itu, reses ke-3 anggota DPR yang akan dimulai pada 11 April hingga 11 Mei 2008, akan dijadikan momentum oleh Dr Zul untuk mendidik masyarakat guna memberikan pemahaman akan pentingnya membangun jembatan pengertian dan mengurangi konflik. Jangan sampai perbedaan di kalangan umat dapat merusak ukhuwah islamiyah di antara sesama umat Islam.
Selain menyampaikan pentingnya masjid sebagai sarana membangun peradaban, Dr Zul juga menegaskan jika dirinya mempunyai waktu yang luang, ia akan sering-sering mengunjungi masyarakat Tangerang yang telah memberikannya amanah sebagai anggota DPR.
Di samping itu, Dr Zul menepis anggapan anggota DPR tidak akan turun kemasyarakat jika tak ada jadwal reses. Baginya, kapanpun jika ada waktu lowong, ia pasti akan menyempatkan diri berkunjung dan bersilaturahmi dengan masyarakat. Penegasan Dr Zul ini sekaligus ingin menghapus kesan bahwa anggota DPR datang ke masyarakat jika menjelang pemilihan saja.(adi)