Mengintip Semangat Nasionalisme Kalangan Aktivis

Establishing A Bridge of Reason & Understanding
Kamis, 29 Juli 2010
News » 24 Agustus 2009 » Hit: 730
Mengintip Semangat Nasionalisme Kalangan Aktivis
(Catatan Singkat Nonton Bareng Bersama Aktivis)

Setelah sekian lama dinina bobokkan dengan parade film bertemakan horor, seks, dan mistis, kali ini insan perfilman Indonesia disuguhkan dengan satu tontonan sinema yang membangkitkan semangat nasionalisme. Sebuah film anak bangsa yang dikemas dalam cerita dan adegan menarik, ternyata mampu menggugah rasa patriotisme yang kian memudar. Merah Putih adalah judul film itu.

Merah Putih merupakan sebuah film berlatar sejarah otentik perjuangan Bangsa Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan pada tahun 1947 ketika terjadi Agresi Militer Belanda pimpinan Van Mook yang menyerang jantung kaum republik di Jawa Tengah. Film ini cukup memancing emosi dan mengaduk-ngaduk perasaan patriotisme.

Merah Putih bercerita tentang sekelompok pejuang kemerdekaan yang harus bersatu padu bertahan dari pembunuhan, berjuang sebagai gerilyawan sejati untuk menjadi anak-anak bangsa sesungguhnya dengan melepas semua kepentingan pribadi yang tajam serta mengikis jurang perbedaan kelas sosial, suku, daerah asal, dan agama. Perbedaan itu, dirangkum menjadi satu kekuatan utuh untuk perjuangan kemerdekaan.

Film kolosal Merah Putih ini mungkin saja bisa mengakhiri dahaga akan film perjuangan Indonesia. Apalagi, produksinya tidak asal-asalan. Film tersebut melibatkan banyak pihak profesional yang pernah sukses dengan berbagai judul film Hollywood. Produksi film itu dikerjakan serius dalam jangka waktu empat bulan. Biaya untuk pembuatan film tersebut pun tidaklah sedikit.

Di tengah penantian panjang akan hadirnya film perjuangan yang heroik, Film Merah Putih diharapkan bisa memberi jawaban atas keringnya film yang bernuansa perjuangan. Sambutan hangat dari masyarakat diharapkan muncul dari berbagai penjuru Indonesia. Tak hanya di ibu kota, di berbagai daerah pun mestinya apreseasi terhadap film perjuangan ini terus ditumbuh kembangkan untuk memupuk film-film lainnya.

Bak gayung bersambut. Antusiasme masyarakat terhadap film nasional dengan sentuhan kemerdekaan mulai bermunculan. Baru-baru ini, ratusan gabungan berbagai elemen mahasiswa dari berbagai kampus dan LSM di Serang dan Cilegon berduyun-duyun mendatangi gedung Bioskop di Cilegon untuk nonton Film Merah Putih secara berjamaah. Mereka terdiri dari elemen aktivis Front Aksi Mahasiswa (FAM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, dan sejumlah aktivis LSM.

Perasaan ingin tetap menghidupkan gairah nasionalisme dan sikap patriotisme menjadi alasan kuat ratusan aktivis mahasiswa dan LSM tersebut untuk melakukan nonton bersama. Salah seorang aktivis FAM yang sekaligus koordinator nontong bareng Ali Suro mengatakan, film ini memberi inspirasi bagi diri dan ratusan aktivis lainnya untuk terus memupuk semangat nasionalisme.

Mantan kandidat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal provinsi Banten ini menilai, sikap nasionalime bangsa di kalangan anak muda kian memudar seiring derasnya gempuran arus globalisasi yang mengganas. Sementara pada saat yang bersamaan, nilai-nilai luhur bangsa semakin termarjinalkan di sudut-sudut ibu kota. Jika tidak disemai di hati, perasaan nasionalisme berangsur-angsur akan terkubur.

Lewat nonton bareng ini, Ali Suro ingin berpesan kepada seluruh aktivis mahasiswa dan rakyat Indonesia bahwa generasi muda harus menjadi pelopor dalam memperjuangkan nilai-nilai patrotisme bangsa. Cinta tanah air seperti yang pernah dideklarasikan para pendahulu bangsa harus dijadikan spirit akan pentingnya menjaga sikap nasionalisme. “Film ini sangat bagus dan menggugah rasa nasionalisme kita,” ujar Ali singkat.

Di luar itu, Ali Suro ingin memberikan apreseasi luar biasa kepada Bang Zul yang telah memberikan motivasi baik dari segi moral maupul finansial untuk melakukan nonton bareng tersebut. Seperti diketahui, Bang Zul adalah anggota legislatif terpilih mewakili dapil 2 banten yang melingkupi Serang dan Cilegon.

Ali Surohman, demikian nama lengkapnya, dikenal sebagai sosok aktivis pro-demokrasi berhaluan ‘kiri’ yang gigih memperjuangkan nilai-nilai demokrasi demi tegaknya keadilan di Bumi Banten. Aktivitas kesehariannya tak lepas dari kegiatan advokasi terhadap masyarakat marjinal untuk diberdayakan guna melakukan sebuah perubahan besar. Tiada hari tanpa perjuangan. Demikian slogan hidupnya.

Sepak terjang perjuangan Ali Suro dikenal tanpa kompromi. Siapapun yang melakukan penindasan dan melakukan ketidak adilan, pasti dilawannya sampai titik darah penghabisan. Untuk daerah Banten, nama Ali Suro begitu cukup fenomenal, utamanya di kalangan aktivis mahasiswa dan LSM. Orang menjulukinya; Ali Suro sang demonstran sejati.

Pada pemilu legislatif April lalu, Ali Suro mencalonkan diri sebagai salah satu kontestan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) daerah Banten. Dalam banyak kesempatan saat melakukan sosialisasi, Ali Suro dan Bang Zul kerap bertemu dalam forum-forum terbuka baik formal maupun non formal. Sejak perkenalan itu sampai saat ini, Ali Suro maupun Bang Zul sering melakukan kegiatan bersama guna membangun Banten yang lebih sejahtera.

Ali Suro berharap, film Merah Putih yang telah ditontonnya bersama ratusan aktivis lainnya mampu menjadi ilham yang melahirkan semangat baru untuk melakukan perubahan yang fundamental di negeri ini. Bulan Agustus dan Ramadhan, diakuinya sebagai momentum yang tepat untuk melakukan refleksi menyeluruh betapa bangsa ini harus segera melakukan pembenahan revolusioner. Marilah bersama-sama mulai menyalakan lilin perubahan di tanah pertiwi ini. Merdeka!! (Adi)