Menjalin Mitra dengan NGO Lingkungan Hidup

Establishing A Bridge of Reason & Understanding
Kamis, 29 Juli 2010
News » 12 Juni 2007 » Hit: 655
Menjalin Mitra dengan NGO Lingkungan Hidup
Anggota legislatif (Aleg) harus memiliki kemampuan menganalisa masalah yang menjadi tanggung jawabnya demi menjalankan fungsi legislasi dan kontrol terhadap eksekutif beserta kebijakannya. Fungsi ini akan mengalami kebuntuan bila sang legislator tak memiliki pengetahuan dasar tentang masalah yang berkembang serta ditambah pula integritas moral yang kuat.

Isu-isu masalah yang berkembang di masyarakat juga harus direspons oleh Aleg segera. Sementara Aleg dituntut cerdas dalam menggali dan mendalami permasalahan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan mengakses sumber-sumber informasi yang didukung oleh fakta dan data akurat.

Karena alasan itulah, Senin (11/6) Dr. Zulkieflimansyah yang didampingi 6 staf ahlinya berkunjung ke kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Pusat di bilangan Tegal Parang, Mampang, Jakarta Selatan. Uniknya, Dr. Zul dan stafnya mengendarai sepeda motor dari rumah dinasnya di Kalibata menuju Walhi.

Tim Walhi yang dipimpin direkturnya, Chalid Muhammad, memaparkan portofolio kerja-kerja Walhi sebagai Non Government Organization (NGO) yang concern di bidang penyelamatan lingkungan hidup. "Isu-isu lingkungan itu tak pernah dikemas dengan progress dan tak ada sustainability-nya," ujar Chalid.

Chalid membeberkan berbagai fakta atas apa yang terjadi terhadap kebijakan pemerintah yang didukung oleh legislasi di DPR yang dinilainya tak pro-kelestarian lingkungan hidup. Ia menyebutkan perjuangan Walhi yang tak mudah menyerah untuk mengkritisi dan memberi masukan untuk beberapa RUU semisal RUU Pengelolaan Sumber Daya Alam, RUU Sampah, RUU Energi, RUU Pengelolaan Wilayah Pesisir, hingga RUU tentang Tenaga Nuklir. "UU mestinya tak hanya mengatur masalah komoditi semata, tapi seharusnya bisa direview untuk bagaimana dimunculkannya resolusi konflik," tandas Chalid.

Atas berbagai temuan, fakta dan data yang dihimpun Walhi, Dr. Zul bertekad untuk menjadi "penyambung suara" Walhi dalam menanggapi isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Selain itu, berbekal fakta dan data yang diperoleh dari NGO-NGO semacam Walhi, ia berharap dirinya bisa lebih kritis dalam sesi-sesi rapat kerja khususnya dengan kementerian lingkungan hidup (KLH).

(Roji)