Pilkada » 15 Januari 2007 » Hit: 946
Pendidikan Penting Untuk Menangkap Sinyal-Sinyal Perubahan
Komitmen untuk memajukan pendidikan bukan hanya tugas pemerintah,akan tetapi menjadi tugas dan tanggung jawab bersama,karena pendidikan memegang peranan penting bagi kelangsungan hidup suatu bangsa.” Dengan pendidikan kita bisa menangkap sinyal perubahan dengan jelas, tegas DR.Zulkieflimansyah dalam acara silahturahmi tokoh masyarakat, kader, simpatisan PKS di pesanteren Madinatul Najah Jombang, Tangerang minggu 14 januari 2006.
Acara yang digagas oleh DPRa PKS Jombang yang mengambil tema “pentingnya tarbiyah”,dalam acara tersebut DR.Zul menjelaskan bahwa pendidikan sangat penting terutama untuk menangkap hal-hal yang akan terjadi dimasa mendatang dan kita bisa memaknai sesuatu sesuai dengan porsinya dan tidak berlebih-lebihan, dalam buku the living company di ceritakan bagaimana orang Malaysia di abad 18 sangat terbelakang serta belum mengenal roda dan kemudian ada orang Inggris yang berempaty mengajak salah seoarang kepala suku di Malaysia yang dinilai cukup cerdas serta bisa di jadikan agent of change di Malaysia di ajak ke negara tetangganya yakni Singapura yang relatif lebih baik ,singkatnya setelah tiba di Singapura kepala suku dari Malaysia ini diajak keliling ke pasar, galangan kapal, kesemua tempat yang kepala suku ini bisa belajar dengan cepat, setelah 24 jam kemudian ditanya oleh orang Inggris tersebut “ bagaimana pendapat anda tentang Singapura ?”,kepala suku menjawab ”Singapura lebih baik dan orang Singapura bisa mengangkat lebih banyak pisang dibanding orang di Malaysia karena orang di Singapura mengunakan gerobak”, dari cerita ini sangat jelas tergambar kalau kita tidak bisa menangkap sinyal perubahan kalau kepala kita belum terbiasa dengan perubahan tersebut, terang DR.Zul.
Kita harus bisa melakukan perubahan salah satunya dengan jalan kita harus sering melihat perubahan dan terbiasa dengan perubahan tersebut, sebagai contoh DR.zul menceritakan tentang tentara Hongaria yang diminta oleh komandan seorang letnan yang masih muda untuk melakukan patroli, setelah melakukan patroli hingga malam harinya para tentara Hongaria yang biasanya sudah pulang kebarak belum juga kembali , komandan tentara hongaria ini menunggu tetapi belum kembali hingga tiga hari, di hari yang ketiga para serdadu ini kembali ke barak, komandan kemudian bertanya “kemana saja kalian selama tiga hari ini ? “, mereka menjawab” kami terjebak dalam sebuah gua” lalu bagaimana kalian bisa keluar dan kembali dengan selamat ?” para serdadu Hongaria yang terjebak kemudian menjelaskan “ hari pertama kami terus mencari jalan keluar tapi gagal, hari kedua juga demikian, hingga di hari ketiga kami menemukan sebuah peta, dengan peta inilah kami bisa keluar dari dalam gua tersebut. kemudian perwira yang masih muda ini meminta peta tersebut, setelah di selidiki oleh perwira Hongaria ini, peta yang di temukan oleh para serdadu Hongaria adalah peta Spanyol, ini mengambarkan apabila kita terjebak pada suatu persoalan tidak penting “petanya” tetapi tetapi peta itu bisa menyemangati kita untuk bergerak dan berbuat sesuatu serta melakukan perubahan, papar Dr.Zul.
#Imran Rosiawan
(staf humas dan media)
Acara yang digagas oleh DPRa PKS Jombang yang mengambil tema “pentingnya tarbiyah”,dalam acara tersebut DR.Zul menjelaskan bahwa pendidikan sangat penting terutama untuk menangkap hal-hal yang akan terjadi dimasa mendatang dan kita bisa memaknai sesuatu sesuai dengan porsinya dan tidak berlebih-lebihan, dalam buku the living company di ceritakan bagaimana orang Malaysia di abad 18 sangat terbelakang serta belum mengenal roda dan kemudian ada orang Inggris yang berempaty mengajak salah seoarang kepala suku di Malaysia yang dinilai cukup cerdas serta bisa di jadikan agent of change di Malaysia di ajak ke negara tetangganya yakni Singapura yang relatif lebih baik ,singkatnya setelah tiba di Singapura kepala suku dari Malaysia ini diajak keliling ke pasar, galangan kapal, kesemua tempat yang kepala suku ini bisa belajar dengan cepat, setelah 24 jam kemudian ditanya oleh orang Inggris tersebut “ bagaimana pendapat anda tentang Singapura ?”,kepala suku menjawab ”Singapura lebih baik dan orang Singapura bisa mengangkat lebih banyak pisang dibanding orang di Malaysia karena orang di Singapura mengunakan gerobak”, dari cerita ini sangat jelas tergambar kalau kita tidak bisa menangkap sinyal perubahan kalau kepala kita belum terbiasa dengan perubahan tersebut, terang DR.Zul.
Kita harus bisa melakukan perubahan salah satunya dengan jalan kita harus sering melihat perubahan dan terbiasa dengan perubahan tersebut, sebagai contoh DR.zul menceritakan tentang tentara Hongaria yang diminta oleh komandan seorang letnan yang masih muda untuk melakukan patroli, setelah melakukan patroli hingga malam harinya para tentara Hongaria yang biasanya sudah pulang kebarak belum juga kembali , komandan tentara hongaria ini menunggu tetapi belum kembali hingga tiga hari, di hari yang ketiga para serdadu ini kembali ke barak, komandan kemudian bertanya “kemana saja kalian selama tiga hari ini ? “, mereka menjawab” kami terjebak dalam sebuah gua” lalu bagaimana kalian bisa keluar dan kembali dengan selamat ?” para serdadu Hongaria yang terjebak kemudian menjelaskan “ hari pertama kami terus mencari jalan keluar tapi gagal, hari kedua juga demikian, hingga di hari ketiga kami menemukan sebuah peta, dengan peta inilah kami bisa keluar dari dalam gua tersebut. kemudian perwira yang masih muda ini meminta peta tersebut, setelah di selidiki oleh perwira Hongaria ini, peta yang di temukan oleh para serdadu Hongaria adalah peta Spanyol, ini mengambarkan apabila kita terjebak pada suatu persoalan tidak penting “petanya” tetapi tetapi peta itu bisa menyemangati kita untuk bergerak dan berbuat sesuatu serta melakukan perubahan, papar Dr.Zul.
#Imran Rosiawan
(staf humas dan media)