Suatu Malam di Kragilan

Establishing A Bridge of Reason & Understanding
Kamis, 29 Juli 2010
News » 29 Januari 2009 » Hit: 404
Suatu Malam di Kragilan
Rintik-rintik gerimis hujan kian membasahi kaca mobil tipe CR-V yang terus melaju kearah Perumahan Kragilan Kota Serang malam itu (24/1). Meski waktu telah menunjukkan pukul 09.00 malam, namun semangat DR. Zulkieflimansyah yang didampingi artis cantik Astri Ivo untuk bertemu dengan masyarakat di konstituennya bisa diacungi jempol.

Saat hidung mobil berwarna hitam pekat itu memasuki lokasi tempat untuk bertemu tokoh, sayup-sayup terdengar lantunan marawis mengumandang. Semakin dekat mobil mengarah ke kerumunan warga semakin jelas terlihat barisan rapi para muda-mudi dengan penuh semangat menabuh rebana, melantunkan puji-pujian. Rupanya marawis itu memang sengaja disiapkan untuk menyambut Bang Zul dan rombongan. Melihat antusias warga Kragilan itu hilang sudah penat dan lelah yang sempat menggelayuti wajah mantan calon wakil gubernur itu

“Inilah dakwah” tutur Bang Zul dengan penuh semangat.

Ya, memang inilah dakwah. Sebagai calong anggota (Caleg) DPR-RI Periode 2009-2014 untuk daerah pemilihan (dapil) Banten II (Serang kota dan kabupaten serta Cilegon), Bang Zul memang kerap kali bersilaturahim ke masyarakat dan para tokoh guna menebar dakwah dan menyerap aspirasi umat secara langsung. Kegiatan seperti ini bukanlah hal baru bagi suami dari Niken Saptarini ini. Selama menjadi anggota dewan periode 2004-2009, Bang Zul memang saban kali turun ke dapil untuk bertatap muka langsung dengan para pemilihnya.

Berkait dengan aspirasi langsung, Bang Zul punya segudang pengalaman menarik. Beberapa diantaranya sering diceritakannya kembali di hadapan masyarakat baik pada acara diskusi maupun temu tokoh. Seperti malam ini misalnya, Ia berbagi cerita kepada 150 orang masyarakat tentang kisah seorang nenek. Kisah itu didapatnya pada masa kampanye tahun 2004.

“Nenek itu bilang ke saya, titip salam saya dengan bapak presiden ya nak. Sampaikan ke beliau (presiden-red) kalau bisa Pemilu (Pemilihan Umum-red) itu dilaksanakan tiap tahun aja, tiap bulan malah lebih bagus”

”Lho kenapa begitu nek?” tanya Bang Zul heran

”Karena saya bisa dapat sembako gratis,” jawab sang nenek.

”Mendengar jawaban spontanitas itu ya Allah... rasanya hati saya ini miris sekali. Sungguh, ternyata keinginan masyarakat kita itu nggak macem-macem kok, cuma ingin makan dan hidup tenang, selebihnya mereka nggak ambil pusing mau siapa yang jadi pemimpin,” kata Bang Zul.

Menyimak mukaddimah (kata pembuka) itu, banyak masyarakat yang mengangguk-angguk. Entah apa yang ada dibenak warga Perumahan Kragilan itu, apakah anggukan itu sebagai tanda setuju, atau hanya sekadar anggukan. Namun satu yang pasti pada malam yang semakin larut itu, tepat pada sesi tanya jawab sebagaian besar masyarakat yang menggunakan kesempatan itu untuk berkeluh kesah menyampaikan aspirasi dan harapannya. Mereka berharap kalau Bang Zul terpilih lagi sebagai anggota dewan kiranya bisa membawa Serang ke arah yang lebih baik lagi. Semoga saja... Allahu Akbar! (dewi)