Pilkada » 11 Desember 2006 » Hit: 466
Zul di mata Ibu-Ibu
Tangerang-Ahad 10 Desember 2006 adalah hari yang cukup melelahkan bagi DR. Zulkieflimansyah , setelah setengah hari menghadiri dialog dengan para pengurus DPC PKS, Simpatisan dan masyarakat di daerah Kecamatan Priok Kota Tangerang, tengah harinya DR. Zulkiflimansyah sudah harus berada di Jurang Manggu, Pondok Aren untuk menghadiri acara serupa. Kedatangan DR.Zulkiflimansyah SE,MSc. Ternyata sudah di nantikan oleh para kader, simpatisan serta Ibu rumah tangga di kawasan Jurang Manggu, Pondok Aren. Sejak pukul 09.00 pagi. Peserta yang hadir di dominasi Ibu-ibu rumah tangga yang berjumlah 600 orang berdesakan dan memadati raung Musholla Al-Amanah Juarang Manggu-Pondok Aren.
Kedatangan DR.Zulkieflimansyah disambut takbir dan decak kagum para ibu-ibu rumah tangga yang bisa langsung melihat wajah DR. Ekonom yang dikenal santun dalam berpolitik dan selalu mengedepankan ketenangan dalam masyarakat dari pada mengorbankan masyarakat ketika elite politik sedang bertarung.
Ust. Romli sebagai pengagas acara dalam sambutan singkatnya mengatakan “ Ibu-ibu sekalian inilah Gubernur Pondok Aren, gubernur kita yang Ibu – ibu coblos kemarin waktu pilkada, kalau Ibu-ibu mau “ coblos” sekarang silakan, kalau kemarin Ibu-ibu dan hadirin cuma bisa melihat poster dan stikernya di tembok-tembok, tiang listrik,tiang telpon dan di bilik suara TPS waktu pilkada.sekarang Ibu-ibu dan hadirin bisa melihat langsung, disambut tawa oleh para hadirin peserta acara.
Dalam kesempatan tersebut Zulkieflimansyah Menyampaikan terima kasih atas kehadiran Ibu-ibu dan hadirin sekalian untuk datang serta keihlasannya karena sudah menunggu sekitar 5 jam,” maaf Ibu-ibu, hadirin sekalian sudah menunggu cukup lama, karena kami menghadiri acara lain yang jaraknya cukup jauh dari tempat Ibu-ibu dan hadirin sekalian. Ibu -ibu dan hadirin sekalian ada sedikit cerita untuk mengambarkan kondisi kita dalam dakwah, yakni tentang seorang musafir sedang kelelahan kemudian dia berhenti dibawah sebuah pohon rindang,”ya ibaratnya pohon beringinlah,pohon beringin Golkar” disambut tawa oleh hadirin yang hadir, dalam kelelahannya musafir tersebut kemudian merenung keheranan kenapa pohon yang rindang,akarnya kuat,daunnya lebat kokoh ,kenapa buahnya kecil, timbul protes kecil musafir kepada Allah,SWT. Tak lama Berselang buah pohon tersebut jatuh tepat di tengah hidung sang musafir, musafir tersebut kaget bukan kepalang seraya mengucap ampun kepada Allah SWT, coba kalau buah durian yang jatuh jadi apa hidung musafir tersebut, tawa hadirin yang hadir kembali membahana. Hadirin sekalian tambah Doktor Zul, itulah ilustrasi kita dalam dakwah, kita boleh kaget sedikit saja setelah itu kita harus sadar bahwa ini adalah kuasa Allah SWT. Allah SWT punya kehendak lain, Allah SWT punya rencana lain yang lebih baik buat PKS dan kita semua dimasa datang oleh karena itu dakwah harus terus tingkatkan, tegas Dr.Zul.
Salah seorang Ibu rumah tangga peserta acara yang berhasil diwawancari oleh team news ditengah-tengah acara mengatakan, bahwa kegiatan pengajian ini adalah pengajian rutin, dirinya cukup heran kenapa jamaah yang datang 5 kali lipat dari jamaah biasanya,” biasanmya yang datang Cuma 100 orang, tapi sekarang lihat sendiri kan”,mungkin karena Ibu-ibu ingin melihat langsung Doktor Zul tambahnya.
Dalam pandangan kami DR zul sosok anak muda yang pintar, cerdas, berani, analisanya tajam, dan sangat santun, walau usianya sangat muda kami mengidolanya, jawab ibu rumah tangga tersebut yang diamini oleh rekan-rekannya yang lain (imran)
Kedatangan DR.Zulkieflimansyah disambut takbir dan decak kagum para ibu-ibu rumah tangga yang bisa langsung melihat wajah DR. Ekonom yang dikenal santun dalam berpolitik dan selalu mengedepankan ketenangan dalam masyarakat dari pada mengorbankan masyarakat ketika elite politik sedang bertarung.
Ust. Romli sebagai pengagas acara dalam sambutan singkatnya mengatakan “ Ibu-ibu sekalian inilah Gubernur Pondok Aren, gubernur kita yang Ibu – ibu coblos kemarin waktu pilkada, kalau Ibu-ibu mau “ coblos” sekarang silakan, kalau kemarin Ibu-ibu dan hadirin cuma bisa melihat poster dan stikernya di tembok-tembok, tiang listrik,tiang telpon dan di bilik suara TPS waktu pilkada.sekarang Ibu-ibu dan hadirin bisa melihat langsung, disambut tawa oleh para hadirin peserta acara.
Dalam kesempatan tersebut Zulkieflimansyah Menyampaikan terima kasih atas kehadiran Ibu-ibu dan hadirin sekalian untuk datang serta keihlasannya karena sudah menunggu sekitar 5 jam,” maaf Ibu-ibu, hadirin sekalian sudah menunggu cukup lama, karena kami menghadiri acara lain yang jaraknya cukup jauh dari tempat Ibu-ibu dan hadirin sekalian. Ibu -ibu dan hadirin sekalian ada sedikit cerita untuk mengambarkan kondisi kita dalam dakwah, yakni tentang seorang musafir sedang kelelahan kemudian dia berhenti dibawah sebuah pohon rindang,”ya ibaratnya pohon beringinlah,pohon beringin Golkar” disambut tawa oleh hadirin yang hadir, dalam kelelahannya musafir tersebut kemudian merenung keheranan kenapa pohon yang rindang,akarnya kuat,daunnya lebat kokoh ,kenapa buahnya kecil, timbul protes kecil musafir kepada Allah,SWT. Tak lama Berselang buah pohon tersebut jatuh tepat di tengah hidung sang musafir, musafir tersebut kaget bukan kepalang seraya mengucap ampun kepada Allah SWT, coba kalau buah durian yang jatuh jadi apa hidung musafir tersebut, tawa hadirin yang hadir kembali membahana. Hadirin sekalian tambah Doktor Zul, itulah ilustrasi kita dalam dakwah, kita boleh kaget sedikit saja setelah itu kita harus sadar bahwa ini adalah kuasa Allah SWT. Allah SWT punya kehendak lain, Allah SWT punya rencana lain yang lebih baik buat PKS dan kita semua dimasa datang oleh karena itu dakwah harus terus tingkatkan, tegas Dr.Zul.
Salah seorang Ibu rumah tangga peserta acara yang berhasil diwawancari oleh team news ditengah-tengah acara mengatakan, bahwa kegiatan pengajian ini adalah pengajian rutin, dirinya cukup heran kenapa jamaah yang datang 5 kali lipat dari jamaah biasanya,” biasanmya yang datang Cuma 100 orang, tapi sekarang lihat sendiri kan”,mungkin karena Ibu-ibu ingin melihat langsung Doktor Zul tambahnya.
Dalam pandangan kami DR zul sosok anak muda yang pintar, cerdas, berani, analisanya tajam, dan sangat santun, walau usianya sangat muda kami mengidolanya, jawab ibu rumah tangga tersebut yang diamini oleh rekan-rekannya yang lain (imran)